BERSYUKUR Terkena Penyakit.

    Siapapun yang sedang tertimpa penyakit / musibah hendaknya ridha dengan ketatapan Allah ta’ala, bersabar atasnya serta bersyukur atas penyakit / musibah yang sedang dideritanya. Yakinlah bahwa penyakit / musibah yang sedang dialami akan mendatangkan kebaikan bagi kita.


    Bersyukur dan berprasangka baiklah kepada Allah atas apapun yang telah, sedang maupun yang akan terjadi pada kita, baik suka maupun duka, susah maupun senang, termasuk bersyukur ketika ditimpa penyakit yang berat, karena sesungguhnya melalui penyakit tersebut berarti :

    1. Terhapusnya dosa tanpa diminta.

    2. Ditinggikannya derajat dan diberi banyak kebaikan.

    3. Dikabulkannya doa-doa.

    Bertawakal / berserah dirilah kepada Allah setelah berikhtiar secara maksimal melakukan pengobatan secara medis maupun secara alami, banyak membaca Al-Qur'an, berdoa, beristigfar dan bersedekah.

    Yakinilah, prasangka Allah tergantung kepada prasangka hamba itu sendiri kepada Allah. Bersyukurlah atas penyakit yang sedang di derita. Lihatlah hikmah dibalik sakit :

    Sakit itu "Zikrullah".
    Karena penderita akan lebih sering menyebut Asma Allah.

    Sakit itu "Istighfar".
    Dosa-dosa akan mudah teringat, sehingga lisan terbimbing untuk memohon ampun.

    Sakit itu "Muhasabah".
    Ketika sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenung diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal kembali.

    Sakit itu "Ilmu".
    Ketika sakit akan banyak bertanya dan mencari tahu tentang penyakitnya, yang berarti banyak ilmu yang diperoleh.

    Sakit itu "Nasihat".
    Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga kesehatan, yang sehat menghibur yang sakit agar mau bersabar.

    Sakit itu "Silaturrahim".
    Saat dijenguk, bukankah keluarga yang jarang bertemu akhirnya datang, penuh senyum dan rindu.

    Sakit itu "Penggugur Dosa".
    Dosa-dosa akan gugur dengan sendirinya tanpa diminta.

    Sakit itu "Mustajab Do'a".
    Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta dido'akan oleh yang sakit.

    Sakit tingkatkan kualitas "Ibadah".
    Shalat jadi lebih khusyu, dzikir, istigfar dan doa lebih sering dan lebih lama.

    Sakit itu memperbaiki "Akhlak".
    Sifat dombong dan tamak menjadi sirna, menjadi sifat yang santun dan tawadhu.

    Sakit itu "Sedikit Tertawa Banyak Menangis".

    Sakit itu "Pengingat Kematian".

    Lalu mengapa selama ini selalu berdoa minta kesembuhan tetapi tetap saja kesembuhan tak kunjung tiba? Selalu berprasangka baiklah kepada Allah, karena sebenarnya Allah telah mengabulkan doa dengan 3 jalan.

    Tidak ada seorang muslim pun yang bardoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan memutuskan hubungan silaturahmi, kecuali Allah akan memberikan kepadanya satu dari tiga hal: dikabulkan doanya; ditangguhkan hingga hari kiamat; atau dijauhkan dari suatu keburukan/ musibah yang serupa. (HR. Ahmad dari Abi Said Al Khudri).

    Jadi, selalu bersyukur dan berprasangka baiklah kepada Allah atas sakit yang kita alami, karena dengan sakit akan banyak mendatangkan kebaikan.