ALLAH Penyembuh Yang Sebenarnya.

Bersandarlah harapan, pertolongan dan kesembuhan hanya kepada Allah yang Maha Penyembuh, sebagaimana firman Allah :

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

“Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkanku” [Asy Syu'araa, QS. 26 : 80].

Selain itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 إن الله أنزل الداء والدواء ، وجعل لكل داء دواء ، فتداووا ، ولا تتداووا بالحرام

“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit beserta obatnya, dan Dia jadikan setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah kalian, tetapi jangan berobat dengan yang haram.’’ [HR. Abu Dawud 3874 dan disahihkan oleh al-Albani dalam Shahih wa Dha’if al-Jami’ 2643].

Syariat menganjurkan untuk berobat, sebagai salah satu sarana (media) Allah memberikan kesembuhan, namun jangan sampai dalam pelaksanaannya terjerumus perbuatan syirik (membuat tandingan selain Allah) dan berobat dengan cara yang terlarang, yaitu:
  • Menyakini berkat dokter A ; obat ini dan itu ; rumah sakit yang mahal, lengkap dan modern itulah dia bisa sembuh ; atau karena hal lain selain Allah. Ingatlah bahwa dokter, obat, peralatan yang modern dan lainnya hanyalah media Allah memberikan kesembuhan, bukan menjadi sebab kesembuhan.
  • Melakukan pengobatan alternatif dengan mendatangi dukun, tukang sihir, paranormal, "orang pintar", ataupun cara-cara pengobatan alternatif lainnya yang melanggar syariat.

Rasullulah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لمَ ْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً. 

Barangsiapa yang datang kepada dukun/orang pintar/tukang ramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 malam. (HR. Muslim no. 2230).


أَوْكَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ. مَنْ أَتَى عَرَّافًا 

Barangsiapa yang mendatangi orang pintar/tukang ramal atau dukun lalu ia membenarkan apa yang diucapkannya, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. [HR. Ahmad II/408, 429,476].


Ingatlah firman Allah :
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ 

 “Sesungguhnya mempersukutkan Allah (syirik) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”
[QS. Luqman. 31 : 13]. 


Segala bentuk syirik (menyekutukan Allah) adalah perbuatan dosa besar, yaitu dosa yang diancam neraka, terkena laknat, dimurkai, atau dikenai siksa (Tafsir Ath-Thabari. 5 : 59). Bagaimana mungkin Allah akan menolong dan memberi kesembuhan, sedangkan sang hamba masih menduakan Allah.

Oleh karena itu, bersandarlah harapan kesembuhan hanya kepada Allah semata, dengan menjauhi berbagai bentuk keyakinan dan perbuatan syirik, serta melakukan pengobatan yang sesuai dengan Dalil Syar'ie dan Dalil Hissi.

Dalil Syar'ie, yaitu metode penyembuhan sesuai dengan Al-Qur'an maupun sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti:

Dalil Hissi, yaitu metode penyembuhan yang dibenarkan oleh para ahli dibidangnya masing-masing, berdasarkan pembuktian secara ilmiah maupun secara empiris, seperti obat dan alat medis, pijat refleksi, akupuntur, herbal (selain yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadist) dan lainnya.

Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Jika Allah sudah berkehendak, betapapun berat penyakit hambaNya, apabila takdir ajal belum tiba, dengan sangat mudah Allah akan memberikan kesembuhan.

Menyembuhkan berbagai penyakit itu bagi Allah bukanlah perkara sulit. Dia yang menjadikan penyakit dan Dia pula yang menyembuhkannya. Tidak ada satu kekuatanpun yang dapat menentang kehendak Allah.

Segala macam penyakit, bakteri maupun virus yang menyerang tubuh, siap menjalankan seluruh perintah Allah. Semua tunduk, patuh dan bertasbih kepadaNya. Allah lah yang memberikan penyakit dan hanya Allah pulalah yang dapat memerintahkan penyakit untuk menjauh.

Setelah meyakini bahwa ALLAH-lah penyembuh yang sebenarnya, menjauhi kesyirikan dalam berobat, melakukan pengobatan berdasarkan dalil syar'ie dan dalil hissi, serta bisa berserah diri setelah melakukan amalan hati (insyaa Allah akan disampaikan bertahap), bii idznillah Allah akan memberi kesembuhan, dengan cara:
  • Dimudahkan untuk bisa mengkonsumsi obat-obat maupun herbal yang tepat, baik dengan cara membeli atau dari pemberian, walaupun secara sepintas obat-obat herbal yang diminum tersebut biasa-biasa saja.
  • Diarahkan dan dimudahkan untuk berobat kepada dokter, herbalist atau therapist yang tepat.
  • Dimudahkan dan berhasil menjalankan proses penyembuhan dari dalam (Self Healing).

Semoga demikian pula yang akan terjadi dengan anda atau dengan siapapun yang sedang diberi musibah berupa penyakit yang sangat memprihatinkan.


Amalan Hati selanjutnya adalah  : Taubat Nasuha dan Perbanyak Istigfar,



AMALAN HATI :
Awal Kisah - Allah Penyembuh
Bersyukur - Tawakal Ikhtiar - (bersambung). 
Channel : AmalanHati.


TAGS : Allah yang menyembuhkan, Asy syu'araa, QS.26 : 80, Allah penyembuh, Allah penyembuh yang sebenarnya, penyembuh yang sebenarnya, dialah penyembuh yang sebenarnya.

Tidak ada komentar: