PENYEMBUH Yang Sebenarnya.

Entah perasaan apa yang berkecamuk ketika dia (anomim) mengetahui telah mengidap penyakit yang sangat berat namun sudah sangat kecil kemungkinan untuk bisa sembuh kembali ?

Padahal dia dan keluarga besarnya sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit agar dapat ditangani para dokter terbaik, mendapatkan obat dan tehnik pengobatan terkini, serta fasilitas dan peralatan rumah sakit yang paling lengkap dan modern.

Apalagi kalau ternyata dia sudah tidak lagi memiliki dana yang cukup untuk melakukan ikhtiar penyembuhan selanjutnya, tentunya menjadi semakin kecil kemungkinan untuk bisa sembuh kembali.

Ditambah lagi adanya pernyataan dokter, bahwa kemungkinan dia bisa bertahan hidup paling lama 3 bulan lagi. Dalam keadaan berbaring lemah tidak bisa bergerak, sekujur tubuh dan kaki kaku sakit luar biasa, menjadikannya semakin putus asa untuk ingin sembuh, kematian pasti akan segera menjemput ... pikirnya.

Kondisi tersebut berawal pada pertengahan tahun 2012, saat dia mulai mengalami berbagai penyakit kronis, yaitu:
  • Diabetes, dengan kadar gula darah di atas 500).
  • Pembengkakan jantung dan Jantung Koroner.
  • Darah tinggi, dimana tekanan darah selalu diatas 170.

Bahkan pada bulan september 2014, setelah dilakukan serangkaian hasil pemeriksaan MRA, uji lab, scan dan rontgen, hasil akhir diagnosa tim dokter menyimpulkan bahwa dia terserang Tuberkulosis (TB) sekaligus telah terkena kanker paru Stadium 4B.



Namun ternyata hingga hari ini (2020) setelah 6 tahun berlalu, qadarullah dia masih diberi "bonus" umur dan kesehatan yang cukup memadai. Bahkan berdasarkan pemeriksaan ulang terhadap seluruh penyakitnya, para dokter menyatakan sudah sembuh dan CA parunya sudah sirna, tidak perlu lagi minum obat, pasang ring dan suntik insulin, alhamdulillah.

Berdasarkan pengalaman nyata tersebut, kami mencoba untuk menguraikan secara tertulis apa saja yang telah dia lakukan, sehingga Allah menetapkan untuk memberikan kesembuhan kepadanya, dengan judul "Dialah ALLAH Penyembuh Yang Sebenarnya", yang insyaa Allah akan disampaikan secara berkala dan akan selalu diperbaharui (update) tulisan yang telah dirilis.

Selain itu,  dia lebih bersemangat untuk bisa berbagi pengalaman mengenai jalan kesembuhannya melalui tulisan ini, karena dia berpendapat untuk bisa mempraktekan dengan benar harus dipahami, diyakini dan dijalankan langsung oleh penderita.

Atau setidaknya lebih dahulu dipahami dan diyakini oleh keluarga dan kerabatnya yang terlibat dalam mendampingi penderita sehari-hari, untuk selanjutnya menyampaikan pemahaman tersebut secara bertahap, melihat situasi dan kondisi penderita.

Setidaknya melalui tulisan ini penderita, atau keluarga dan kerabat dekatnya bisa terus menerus mempelajari dan memahami, hingga timbul keyakinan pada penderita untuk mempraktekannya, tanpa dia harus terus menerus hadir mendampingi mereka.

Secara pribadi dia makin menyakini bahwa 'Dialah Allah Penyembuh yang Sebenarnya', setelah kejadian dimana beberapa kawan atau kerabatnya menanyakan obat (medis maupun herbal) apa saja yang pernah diminum dan kemana saja pergi berobat (dokter, herbalist atau therapist)..

Mereka bertanya dengan maksud agar ikhtiar yang sama bisa diterapkan kepada kerabat atau kawannya yang sedang terserang kanker atau penyakit kronis lainnya, namun semuanya berakhir dengan ajal menjemput sesuai dengan waktu, cara dan tempat yang telah Allah tetapkan, Innalillahi wainnailaihi roji'un.

Semoga tulisan ini membawa manfaat bagi siapapun yang sedang mencari jalan kesembuhan dan kesehatannya, juga cara agar terhindar dari berbagai serangan penyakit, wabah, bencana atau "kesialan" lainnya.

Biidznillah Allah menerima ikhtiar kami ini, mengenai hasil akhirnya kami serahkan sepenuhnya kepada Allah yang Maha Penyembuh dan Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk setiap hambaNya.


MERUBAH CARA PANDANG.

Kita tidak menyadari bahwa selama ini telah terjerumus kepada salah satu bentuk perbuatan syirik kecil (syirik ashghar), yaitu membuat tandingan selain Allah dengan meyakini :

Berkat dokter anu dia cepat sembuh - karena minum obat ini dan itu dia sembuh - karena dirawat di rumah sakit yang mahal dan modern bisa sembuh - atau karena hal lain selain Allah.

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ 

 “Sesungguhnya mempersukutkan Allah (syirik) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”
(QS. Luqman. 31 : 13) 


Padahal segala bentuk syirik (menyekutukan Allah) adalah perbuatan dosa besar, yaitu dosa yang diancam neraka, terkena laknat, dimurkai, atau dikenai siksa (Tafsir Ath-Thabari. 5 : 59).

Oleh karena itu, langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan segera merubah cara pandang yang sangat menyesatkan tersebut, kemudian benar-benar meyakini bahwa kesembuhan :
  • Bukan karena dokter, obat dan tehnik pengobatan yang hebat.
  • Bukan karena fasilitas serta peralatan rumah sakit yang mumpuni.
  • Bukan karena obat-obat herbal yang diminumnya.
  • Bukan karena keahlian herbalist ataupun therapist.
  • Bahkan bukan pula karena pemulihan oleh tubuh kita sendiri (Self healing).
Namun hanya karena kehendak Allah Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Mengatur alam semesta beserta isinya, termasuk makhluk yang bernama manusia dan penyakit. Dokter, obat-obatan dan lainnya bukanlah penyebab kesembuhan, namun hanya penghantar (media) Allah memberikan kesembuhan.

Bersandarlah harapan pertolongan dan kesembuhan hanya kepada Allah yang Maha Penyembuh, sebagaimana firman Allah :

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

“Dan apabila aku sakit. Dialah (Allah) yang menyembuhkanku” (Asy Syu'araa, QS. 26 : 80).


Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Jika Allah sudah berkehendak betapapun berat penyakit hambaNya, apabila takdir ajal belum tiba, dengan sangat mudah Allah akan memberikan kesembuhan.

Menyembuhkan berbagai penyakit itu bagi Allah bukanlah perkara sulit. Dia yang menjadikan penyakit dan Dia pula yang menyembuhkannya. Tidak ada satu kekuatanpun yang dapat menentang kehendak Allah.

Segala macam penyakit yang menyerang tubuh siap menjalankan seluruh perintah Allah. Semua tunduk, patuh dan bertasbih kepadaNya. Allah lah yang memberikan penyakit dan hanya Allah pulalah yang bisa memerintahkan penyakit untuk menjauh.

Setelah benar-benar meyakini bahwa hanya ALLAH lah penyembuh yang sebenarnya, serta melakukan berbagai amalan dan ikhtiar lainnya (insyaa Allah akan disampaikan bertahap), apabila takdir ajal belum tiba, bii idznillah Allah akan memberi kesembuhan, dengan cara :
  • Dimudahkan untuk bisa mengkonsumsi obat-obat herbal yang tepat, baik dengan cara membeli atau dari pemberian.
  • Diarahkan dan dimudahkan untuk berobat kepada dokter, herbalist atau therapist yang tepat.
  • Dimudahkan dan berhasil menjalankan proses penyembuhan dari dalam (Self Healing).


Tahap penyembuhan selanjutnya lihat : Taubat Nasuha dan Perbanyak Istigfar (02),




TAHAP PENYEMBUHAN :

01 - 02 - 03 - 04 - 05 - 06 - 07 - (bersambung).



TAGS : Dialah yang menyembuhkan, Allah yang menyembuhkan, Asy syu'araa, QS.26 : 80, Allah penyembuh, Allah penyembuh yang sebenarnya, penyembuh yang sebenarnya, dialah allah penyembuh yang sebenarnya.