VIDEO Amalan Hati Ketika Wabah Virus Corona COVID - 19 (selengkapnya >>).

ALLAH Penyembuh Yang Sebenarnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 إنَّ اللهَ لَمْ يَجْعَلْ شِفَاءَكُمْ فِيْ حَرَامٍ 

Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan (dari penyakit) kalian pada hal-hal yang haram.” (HR. Abu Ya’la VI/104 no.6930).

Kita tidak menyadari bahwa selama ini telah terjerumus kepada salah satu bentuk perbuatan syirik kecil (syirik ashghar), yaitu membuat tandingan selain Allah dengan meyakini :

Berkat dokter anu lah dia sembuh - karena minum obat ini dan itu lah dia sembuh - karena dirawat di rumah sakit yang mahal dan modern lah dia bisa sembuh - atau karena hal lain selain Allah.

Selain itu, termasuk kedalam perbuatan syirik adalah melakukan pengobatan alternatif dengan mendatangi dukun, tukang sihir, paranormal, "orang pintar", atau pengobata alternatif lainnya yang tidak sesuai dengan syariat.

Rasullulah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لمَ ْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً. 

Barangsiapa yang datang kepada dukun/orang pintar/tukang ramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 malam. (HR. Muslim no. 2230).


أَوْكَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ. مَنْ أَتَى عَرَّافًا 

Barangsiapa yang mendatangi orang pintar/tukang ramal atau dukun lalu ia membenarkan apa yang diucapkanny, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Ahmad II/408, 429,476).

Ingatlah firman Allah :
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ 

 “Sesungguhnya mempersukutkan Allah (syirik) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”
(QS. Luqman. 31 : 13) 


Segala bentuk syirik (menyekutukan Allah) adalah perbuatan dosa besar, yaitu dosa yang diancam neraka, terkena laknat, dimurkai, atau dikenai siksa (Tafsir Ath-Thabari. 5 : 59). Sehingga bagaimana mungkin Allah akan menolong, sedangkan kita masih menduakan Allah.

Oleh karena itu, langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan segera merubah pemahaman dan menjauhi usaha alternatif yang sangat keliru tersebut. Bersandarlah harapan pertolongan dan kesembuhan hanya kepada Allah yang Maha Penyembuh, sebagaimana firman Allah :

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

“Dan apabila aku sakit. Dialah (Allah) yang menyembuhkanku” (Asy Syu'araa, QS. 26 : 80).


Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Yakinlah bahwa, jika Allah sudah berkehendak betapapun berat penyakit hambaNya, apabila takdir ajal belum tiba, dengan sangat mudah Allah akan memberikan kesembuhan.

Menyembuhkan berbagai penyakit itu bagi Allah bukanlah perkara sulit. Dia yang menjadikan penyakit dan Dia pula yang menyembuhkannya. Tidak ada satu kekuatanpun yang dapat menentang kehendak Allah.

Segala macam penyakit yang menyerang tubuh siap menjalankan seluruh perintah Allah. Semua tunduk, patuh dan bertasbih kepadaNya. Allah lah yang memberikan penyakit dan hanya Allah pulalah yang dapat memerintahkan penyakit untuk menjauh.

Setelah benar-benar meyakini bahwa hanya ALLAH lah penyembuh yang sebenarnya, serta melakukan berbagai amalan dan ikhtiar lainnya (insyaa Allah akan disampaikan bertahap), apabila takdir ajal belum tiba, bii idznillah Allah akan memberi kesembuhan, dengan cara:
  • Dimudahkan untuk bisa mengkonsumsi obat-obat herbal yang tepat, baik dengan cara membeli atau dari pemberian.
  • Diarahkan dan dimudahkan untuk berobat kepada dokter, herbalist atau therapist yang tepat.
  • Dimudahkan dan berhasil menjalankan proses penyembuhan dari dalam (Self Healing).


Amalan Hati selanjutnya adalah  : Taubat Nasuha dan Perbanyak Istigfar,




AMALAN HATI :
Awal Kisah - Allah Penyembuh  -  Taubat Istigfar  -  Doa Sembuh  -  Rukyah Mandiri  -  Sabar Ridho  -  Bersyukur  -  Tawakal Ikhtiar  -  (bersambung). Channel : AmalanHati.




TAGS : Allah yang menyembuhkan, Asy syu'araa, QS.26 : 80, Allah penyembuh, Allah penyembuh yang sebenarnya, penyembuh yang sebenarnya, dialah penyembuh yang sebenarnya.

Tidak ada komentar: